Canis Choir Seminari Trending dari Mertoyudan

Canis Choir Seminari Trending dari Mertoyudan

Kami datang untuk bernyanyi dan juga saling bersyukur, itulah yang dijawab oleh Rektor Seminari Menengah Mertoyudan Romo TB Gandhi SJ dalam pidatonya tentang Judi Bola selama Konser dan Aksi Call Canis Choir. Penampilan pertamanya di Gereja Katedral Jakarta 8 Juni 2018 malam menerima sambutan hangat dari pengunjung situs serta beberapa orang di Jakarta.

Selanjutnya kelompok tersebut melakukan pelayanan pelayanan paduan suara di berbagai Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta, seperti di St. Thomas Rasul, Bojong Indah, St Stephen, Cilandak dan juga St. Yohanes Penginjil, Blok B.

Dalam tugas ini juga pada saat yang sama melakukan Panggilan Aksi kepada para pemuda untuk memperkenalkan profil Seminari Menengah Mertoyudan yang merupakan salah satu kamar bayi paling awal (104 tahun), pendidikan dan pembelajaran untuk menjadi pendeta di Gereja Katolik di tingkat Seminari Menengah (SMA) di bawah Keuskupan Agung Semarang.

Mengapa Canis Choir melakukan pertunjukan. Konsep pertama ini muncul dari konsep lulusan Seminari yang ingin menyanjung universitas mereka ketika mereka dikumpulkan pada peringatan pernikahan ke-100 Seminari. “Kami ingin melakukan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan oleh seminari itu sendiri,” kata Kris Daryadi, ketua kinerja, lulusan Mertoyudan Semarang serta kelas 81. Akhirnya saran tergolong ke konser selain kegiatan panggilan Jakarta selain uang membesarkan untuk pendidikan seminari.

Canis Choir Seminari Trending dari Mertoyudan

Paduan suara untuk imam atau imam adalah kegiatan yang khas dan normal karena fakta bahwa, memang, dalam perayaan Katolik, lagu-lagu vokal menyanyi gereja adalah kewajiban yang tidak dapat diulang. Tetapi dari beberapa lulusan melihat aktivitas vokal semakin kurang memperoleh porsi utama jika dibandingkan dengan aktivitas band meskipun instrumen musik (piano, biola dll) semuanya sudah tua.

Atas dasar itu salah satu dari 81 alumni yang benar-benar khawatir tentang ini bernyanyi Jay WIjayanto membuat persiapan selama 7 bulan. ‘Saya harus mulai dari awal lagi,’ kata Jay yang ditawari 51 seminaris oleh Pastor Pamong yang membuat persiapan kerja Canis Choir. Jangan mengantisipasi 51 peserta dari paduan suara ini telah dianggap disetujui, yang menunjukkan saat ini bernyanyi efisien dan mengenali dengan teknik bernyanyi. Beberapa dari mereka juga belum memeriksa angka-angkanya dengan sempurna, tambah Jay.

Pada akhirnya dengan dukungan staf Seminari, tim Canis Choir dapat dipastikan sebagai paduan suara dengan tata letak Tenor Bass (paduan suara laki-laki) sebagai lawan Soprano Alto Tenor Bass seperti paduan suara secara keseluruhan.

Seiring dengan mendapatkan metode vokal yang efektif, anggota Canis Choir juga mendapatkan nilai-nilai formasi seperti nilai-nilai standar, sikap yang menguntungkan terhadap orang lain serta membangun disiplin diri dan juga kinerja serta ingin bekerja sama dalam tim atau tim.

“Kami sangat gembira karena kami memperoleh pemahaman standar tentang kehidupan tim ini selain pengetahuan yang bisa di asrama,” kata Valen salah satu anggota Canis Choir.

Para bibi dan pengikut paduan suara masyarakat menjadi sangat menarik ketika Choir Canis pertama kali muncul di Auditorium Sanatha Dharma, Yogyakarta 5 Juni, kursi dengan kemampuan 1.200 orang menyelesaikan semuanya. Sambutan yang mengesankan ini juga terjadi di Jakarta dengan tiket terjual habis untuk Konser 11 Juni di Konser Konser Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta.

Paduan Suara Terbaik Daerah

Promosi penjualan tiket melalui jejaring sosial terbukti sangat efektif dan membuat komite eksekutif kewalahan, program tentang Canis Choir adalah viral di berbagai kelompok kelompok selama 2 minggu terakhir.

Pada puncak Konser Malam 11 Juni Canis Choir di bawah asuhan Jay Wijayanto yang merupakan mantan peserta Paduan Suara Vocalista Sonora dan pencipta The Indonesian Children Choir, serta telah benar-benar mendaftar dengan banyak paduan suara di seluruh dunia di Vietnam, Hong Kong serta Spanyol menyanyikan lagu-lagu standar Gereja, pop barat dan juga pop Indonesia.

Canis Choir akan bermain sebagai Ave Verum, Mozart, The Long Winding Road Beatles, Tidak Memberikan Massiv dan juga ekstra. Mayoritas akan dinyanyikan dalam acapella (tanpa iringan alat musik) dan juga disajikan dengan konsep pertunjukan sesuai dengan mode saat ini.

Konser dari Canis Choir disiapkan untuk menjadi acara tahunan Seminari Mertoyudan, untuk memastikan bahwa dampak yang menguntungkan dari kelompok ini akan berlanjut di setiap generasi di Seminari Menengah Mertoyudan.